Putih Diantara Hitam
Putih
Diantara Hitam
Di suatu daerah tepatnya
di perbatasn antara Jakarta - Jawa Barat, Kota Depok, hidup seorang anak
bertubuh gemuk berkulit sawo matang yang tinggal di lingkungan buruk, anak
itu bernama Jingga.
Sedari kecil ia hanya
tinggal bersama Ayah dan Kaka lelakinya, itu di karena kan sang Ibu sudah
bercerai dengan Ayahnya waktu ia ber umur 4 tahun. Tetapi walaupun begitu tidak
membuat Jingga menjadi anak yang brokenhome karena ia masih bisa bertemu dengan
Ibunya setiap hari sabtu dan minggu.
Ketika Sekolah Dasar
Jingga adalah pribadi yang penakut, bahkan saking penakutnya masuk kedalam
kelas pun ia harus meminta sang Ibu menemaninya belajar di dalam kelas. Tetapi
itu tidak selamanya, perlahan dia mulai mengerti bahwa kita harus belajar
mandiri sedari kecil, terbukti saat ia naik kelas dua SD Jingga bisa masuk ke
dalam kelas sendirian tanpa ditemani oleh Ibunya.
Selain sudah belajar
mandiri untuk belajar disekolah, ia juga sudah mempunyai teman – teman yang
banyak. Di suatu waktu Jingga menyadari bahwa dia tidak pintar di bidang
pelajaran. Akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti Ektrakulikuler Marcingband,
Jingga sangat giat belajar marcingband bahkan ia dan kawan – kawannya tampil di
acara pembukaan O2SN tingkat SD di Lapangan HW, Beji Timur.
Walaupun begitu kehidupan
Jingga di rumahnya kurang beruntung karena ia hidup di lingkungan tidak baik
untuk masa depannya, ayah dan kakanya adalah pengguna narkoba. Setiap malam ia
selalu menyaksikan Ayah dan kakanya memakai Narkoba di dalam rumah, tidak hanya
berdua bahkan sang Kaka kerap membawa teman – temannya untuk mabuk bersama di
rumah. Bahkan ia sampai mengenali teman Kakanya itu, bersyukurnya ada satu
kerabat sang Kaka yang selalu mengajari Jingga bahwa ia tidak boleh menggunakan
narkoba seperti yang dilakukan Ayah dan kakanya. Karena hanya ia satu – satunya
harapan di keluarga itu.
Ia pun selalu mengingat
kata – kata kerabat kakanya itu dan memegang teguh bahwa ia tidak boleh
menyimpang ke jalan yang buruk, bahkan saat sudah memasuki Smp, Jingga menjadi
pribadi yang lebih baik lagi karena bertemu denga teman – teman yang membawa ia
ke jalan kebaikan dan Jingga tercatat sebagai Siswa berprestasi di bidang Non
akademik yaitu olah raga silat, ia berhasil memenangkan pertandingan antar
Remaja se Kota Depok, pertandingan Remaja se Jawa Barat, Bahkan sampai ke
kancah Nasional meraih juara satu kategori tanding kelas K.
Sampai detik ini pun
Jingga masih memegang teguh pendiriannya untuk tidak berpindah ke jalur
keburukan, karena ia mempunyai teman yang sangat perduli.
Penulis:
Erlangga|Politeknik Negeri Jakarta
Komentar
Posting Komentar